Seribu Pintu

Kau bertanya bagaimana hidupku?

Aku ingin bercerita banyak tentang dunia yang aku tinggali, tapi tak ada yang terfikirkan kecuali kekecewaanku, karena kau menangis lagi…
Aku tau kau ingin menyelamatkan seseorang tapi kenapa kau tak mencintaiku saja..?”

Aku bukan siapa-siapa hanya angin yang tak berbau dan berbekas di hidupmu, kecuali jika aku berubah jahat seperti kawanku di Indnesia timur itu…
Aku yakin kau akan mengingatku lebih dalam, belakangan aku tau Kau sedang membangun rumah dengan seribupintu, lalu kau tulis di tiap pintunya bahasa yang hanya aku dan kau pahami, rahasia tentang alasan jantungmu berdegup kencang…

Sekarang aku tau kau menjauhiku karena kau terlalu mencintaiku, tapi cahayaku yang seperti matahari berkelopak, takkan bisa membuatmu bertahan…
Selamat tinggal, hanya itu yang bisa aku katakan, kelak beberapa waktu nanti, kau akan lebih bahagia, sedangkan aku tersesat dalam seribu pintu itu…

Advertisements